Islam adalah agama perdamaian. Kitab suci Alquran, bagi Bung Karno adalah kitab yang besar artinya. (infografis/bungkarno.id)

Islam adalah agama perdamaian. Kitab suci Alquran, bagi Bung Karno adalah kitab yang besar artinya. Coba bayangkan, umat manusia ini, dunia ini, kalau umpamanya 13 abad yang lalu Allah SWT tidak menurunkan Alquran. Tidak bisa membayangkan bagaimana rupanya dunia sekarang ini, bagaimana rupanya umat manusia sekarang ini, bagaimana keadaan-keadaan di dunia sekarang ini.

“Saya kira kita baru bisa menjajaki, menduga-duga dalamnya arti Al-Qur’an itu, jikalau kita merenungkan pertanyaan ini,” ungkap Presiden Soekarno dalam amanatnya pada peringatan Nuzulul Qur’an di Istana Negara, Jakarta, 1 Februari 1964.

Bung Karno mengungkapkan, bahwa ahli sejarah telah menyatakan dengan tegas, bagaimana Alquran telah membawa satu perubahan yang hebat sekali di dalam hidupnya perikemanusiaan di muka bumi ini. Bung Karno mengakui, masih banyak sekali anggapan-anggapan yang salah, terutama sekali dari dunia luaran, dari dunia luaran agama Islam. Mereka mengatakan bahwa Islam, yaitu agama yang di bawa oleh Alquran itu adalah agama pedang. Mereka mengatakan bahwa agama Islam adalah agama perang. Seorang penulis bangsa Jerman mengatakan bahwa Islam adalah agama pedang, yang penyebarannya melalui tajamnya pedang.

“Padahal sama sekali tidak demikian. Islam adalah agama perdamaian, agama salam,” tegas Bung Karno.

Makna Ucapan Salam

Menurut Bung Karno, api dan getaran Islam telah menjalar menciptakan perdamaian di seantero dunia (bungkarno.id)

Orang Islam kalau berjumpa satu sama lain mengucap Assalamualaikum yang artinya moga-moga damai dan sejahtera jatuh kepadamu. Dan ini ucapan bukanlah hanya sunah antara orang Islam dengan orang Islam saja, tidak. Bung Karno juga mengucapkan ucapan tersebut misalnya kepada Kuasa Usaha Uni Soviet.

“Islam menjalar dari tempat yang kecil menajdi satu agama yang dipeluk oleh beratus-ratus manusia tidak dengan kekuasaan pedang, atau bedil, atau zaman sekarang bom dan dinamit. Tidak, tetapi kekuatan dari pada Islam lah yang membuat ia menjalar ke mana-mana, kekuatan kebenaran, kekuatan hak, kekuatan kesucian, itu membuat agama Islam ke mana-mana. Bukan pedang bukan bedil dan bom dan dinamit,” ungkap Bung Karno.

Agama Islam, kata Bung Karno, tidak diturunkan di tempat yang cantik-molek seperti Priangan, tidak diturunkan di tempat yang cantik-molek seperti tepi Danau Toba di Sumatera Utara di tempat yang cantik-molek, sawah-sawah yang menghijau, kaya-raya, ijo royo-royo kadya penganten anyar, kataku. Tidak, Tuhan menurunkan Aslam, menurunkan Alquran, di padang pasir yang tandus, tetapi apinya adalah api yang dahsyat. (RS)