Pernikahan Bung Karno dengan Oetari, putri dari HOS Tjokroaminoto, yang menjadi penghulu adalah KH Mas Mansur. Seorang tokoh Muhammadiyah yang juga sahabat Bung Karno.

Sebelumnya Bung Karno sempat berselisih dengan penghulu tentang cara pakaian kala berlangsungnya pernikahan. Penghulu yang awalnya mau menikahkan Bung Karno menganggap bahwa pakaian yang Bung Karno kenakan yang anggapan tidak mencerminkan adat budaya. Sang penghulu menganggap pakaian itu merepresentasikan orang ‘Barat’ yang Kristen.

Akhirnya, Bung Karno meminta agar KH Mas Mansyur yang menjadi penghulu untuk menikahkan.

Sejarah persahaban keduanya terus berlanjut sebagai pemikir pejuang yang turut andil dalam kemerdekaan Indonesia.

Baca juga: https://bungkarno.id/2020/12/15/persahabatan-bung-karno-dan-kh-mas-mansur-gelorakan-cinta-tanah-air/

KH Mas Mansur pula yang kemudian membantu proses perceraian Bung Karno dengan Inggid dan sekaligus menjadi penghulu pernikahan Bung Karno dengan Fatmawati.

Sebagai seorang teman, mereka saling support. KH Mas Mansyur misalnya mengunjungi Bung Karno saat pengasingandi Bengkulu pada 1941 dan saling berkirim surat saat Bung Karno pembuangan di Ende.

Baca juga: https://www.suaramuhammadiyah.id/2020/03/23/profil-kiai-haji-mas-mansyur-peran-dalam-empat-serangkai/

Karena hubungan mereka yang sangat dekat, keduanya kadang kerap bisa menerima pemikiran satu dan yang lainnya. Bung Karno mendukung KH Mas Mansyur saat sahabatnya itu mendirikan Muhammadiyah cabang Surabaya.