Tongkat komando Bung Karno sering menjadi bahan ulasan dan perbincangan. Banyak yang menganggap bahwa tongkat komando itu punya kesaktian atau sakti mandraguna. Namun, tidak sedikit pula yang menganggap bahwa benda itu sekadar karya seni yang menjadi simbol untuk memberikan komando bagi seorang pemimpin.

Bung Karno sendiri, selaku empunya tongkat mengungkapkan bahwa tongkat komando itu tongkat biasa. Alias tidak memiliki daya sakti atau daya linuwih sebagaimana mitos yang berkembang di masyarakat.

“Itu hanya kayu biasa yang aku gunakan sebagai bagian dari penampilanku sebagai pemimpin dari sebuah negara besar,” kata Bung Karno, sebagaimana ia ungkapkan dalam autobiografi yang karya Cindy Adams.

Bung Karno menceritakan, ia memiliki tiga Tongkat Komando yang bentuknya sama. Satu tongkat yang sering ia bawa saat keluar negeri. Satu tongkat untuk berhadapan dengan para jenderalnya. dan satu tongkat lagi yang selalu ia bawa saat berpidato.

Guntur Soekarno dalam bukunya: “Bung Karno dan Kesayangannya” menceritakan, bapaknya mulai sibuk dan segera menyuruh untuk dibuatkan Tongkat Komando adalah setekah kembali dari perjalanan muhibah ke Amerika Serikat tahun 1956. Guntur tak mengetahui Bung Karno mendapatkan inspirasi dari mana. Tetapi nyatanya setelah kembali dari Amerika Serikat itulah, kemaba-mana bapaknya mulai membawa tongkat komando Kepreaidenan.

“Barangkali juga karena dalam perjalanan tadi Bapak melihat beberapa jenderal-jenderal Amerika Serikat kemana-mana membawa tongkat. Seperti komandan dari Fort Bragg, yaitu Batujajarnya Amerika, tempat pelatihan pasukan Para Komando elite. Atau mungkin juga karena Bapak melihat koleksi tongkat-tongkat komando jenderal bintang lima Eisenhower, Presiden Amerika Serikat saat itu,” ungkap Guntur.

Menurut Guntur, bagi seorang pemimpin, memiliki tongkat komando sangat banyak gunanya. Terutama sekali sebagai alat penunjuk saat memberikan instruksi.

Namun, nyatanya memang bahwaa Bung Karno setidaknya selamat dari 25 kali upaya pembunuhan. Jadi, apakah ada faktor dari kesaktian tongkat komando? Berkali-kali Bung Karno menampik mitos itu. Namun ternyata tidak mengurangi orang yang sudah kadung percaya bahwa tongkat komando itu memang sakti mandraguna. (Rahmat Sahid)