Harta Karun Bung Karno

Harta Karun Bung Karno adalah salah satu mitos yang hingga saat ini dipercaya oleh sebagian rakyat Indonesia.Bahkan, diantaranya pemburu harta karun Bung Karno adalah dari negeri seberang, termasuk misalnya dari Malaysia.

Yang menjadi pertanyaan penting dalam konteks ini adalah, apakah benar ada harta karun Bung Karno sebagaimana mereka percaya? Dan sebenarnya, apa itu harta karun Bung Karno?

Putra Bung Karno sendiri, yakni Guntur Soekarno, sering merasa geli dengan masih banyaknya orang yang berburu harta karun Bung Karno. Mereka ada yang menyebut bahwa harta karun Bung Karno ada di Bank Swis, ada juga yang percaaya bahwa Bung Kaarno punya investasi di Bahama dengan nilai jutaan dollar.

Padahal, kalau mau mengetahui soal harta karun Bung Karno, tempatnya tidak jauh sampai di luar negeri. Melainkan di Istana Negara, Istana Merdeka, Istana Bogor, dan Istana Tampak Siring Bali. Harta karun itu berupa koleksi buku yang jumlahnya mencapai 5000an, koleksi lukisan yang jumlahnya mencapai 3000an, dan koleksi keramik/patung yang jumlahnya mencapai 1000an. Itulah sebenarnya harta karun Bung Karno.

“Bapak memperoleh seluruh koleksi-koleksi lukisan, keramik, dan buku tadi adalah dengan jalan Bapak kumpul-kumpulkan secara teratur sedikit demi sedikit sejak zaman Belanda, zaman Jepang, zaman kemerdekaan, dengan jalan menyisihkan sebagian besar uang saku sebagai siswa H.B.S. dan mahasiswa T.H.S. (sekarang ITB); uang hasil ngobjek sebagai insinyur di zaman Belanda; atau uang honorarium sebagai pimpinan PUTERA (singkatan dari Pusat Tenaga Rakyat) di zaman Jepang, dan uang gaji sebagai Presiden RI di zaman kemerdekaan,” ungkap Guntur dalam bukunya: Bung Krno & Kesasyangannya.

Jadi, jelas sampai di sini, bahwa harta karun Bung Karno itu bukan berupa simpanan di Bank Swis ataupun kiloan batang emas atas investasi saham di Bahama dan lain sebagainya. Terlebih, Bung Karno memang bukanlah pemimpin yang punya kebiasaan mengumpulkan harta untuk kepentingan pribadi. Bahkan, ia adalah sosok pemimpin yang dikenal sering tidak mempunyai uang sehingga dalam berbagai kesempatan tidak malu-malu ketika meminjam atau minta bantuan uang kepada anak buahnya.

Harta karun Bung Karno yang sebenarnya adalah sebagaimana disampaikan oleh Guntur, yakni dalam bentuk buku, lukisan, dan koleksi keramik/patung, yang tentu nilainya tidak sebatas pada materi, tetapi juga nilai seni dan sejarah yang tidak bisa diukur dengan materi. (RS)