Upaya Pembunuhan Bung karno (infografis/Bungkarno.id)

25 Kali Upaya Pembunuhan Bung Karno. Setidaknya sejumlah itulah jika ditotal dari upaya yang dilaksanakan musuh-musuh politiknya itu selalu gagal. Jika upaya pembunuhan yang dilaksanakan saja mencapai 25 kali, maka sudah tentu yang sebatas masih rencana tak terhitung jumlahnya. Namun, berkat perlindungan Tuhan Yang Maha Kuasa, upaya-upaya itu selalu gagal.

Karena seringnya Soekarno sebagai Pemimpin Besar Revolusi selamat dari upaya-upaya pembunuhan, banyak yang percaya bahwa Putra Sang Fajar itu memang bukan orang sembarangan. Ia dianggap sebagai orang yang punya kekuatan linuwih atau sakti mandraguna. Ada juga yang beranggapan bahwa itu berkat tuah sakti Tongkat Komando yang melekat padanya.

Bung Karno dalam outobiografinya menceritakan, upaya itu diantaranya dilaksanakan di Perguruan Cikini tanggal 30 November 1957 oleh anak buah pimpinan Darul Islam Kartosuwirjo. Kemudian tanggal 9 Maret 1960 Darul Islam mencobanya lagi ketika Bung Karno sedang di rumah. Di waktu lain, bahkan upaya pembunuhan Bung Karno oleh mereka dilakukan di Istana Merdeka, di tahun 1962 ketika sedang melaksanakan Sholat Idul Adha.

“Selain itu, telah terjadi dua kali percobaan untuk membunuhku. Kedua-duanya di Makassar,” ungkap Soekarno dalam Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia karya Cindy Adams.

Kemudian upaya pembunuhan lainnya dalah operasi dari agen CIA. Ada juga upaya pembunuhan dari seorang pilot bernama Daniel Maukar yang memberondong tembakan ke Istana Merdeka.

“Bapak sejak menjadi Presiden sampai dengan wafatnya Bapak pernah mengalami usaha pembunuhan dari musuh-musuhnya kurang lebih kalau ditotal-total sebanyak 25 kali. Jadi kalau dirata-rata, hampir setiap tahun ada sajaorang-orang yang jahil yang ngiler pada nyawanya Soekarno,” ungkap Guntur Soekarno dalam Bung Karno & Kesayangannya.

Karena berkali-kali selamat dari usaha pembunuhan, di masyarakat kemudian timbul suatu kepercayaan bahwa selamatnya Bung Karno dari upaya pembunuhan itu selain karena Karunia Tuhan juga disebabkan karena sakti dan tuah Tongkat Komando. Bahkan karena adanya kepercayaan yang demikian itu, bagi mereka yang membenci Soekarno ada yang berupaya dengan berbagai macam cara untuk bisa memisahkan Bung Karno dari Tongkat Komando itu.

Bung Karno sendiri meyakini, bahwa ia masih dalam lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa sehingga atas upaya pembunuhan itu ia masih tetap selamat. (RS)