Bung Karno dan Habib Alwi bin Muhammad Al-Haddad, Koneksitas Waliyulloh untuk NKRI

Bung Karno dan Habib Alwi bin Muhammad Al-Haddad, Koneksitas Waliyulloh untuk NKRI. Banyak ulama, habaib, dan pemuka agama di Indonesia menjadi perhatian Bung Karno, baik itu sebelum kemerdekaan, maupun setelah merdeka. Bung Karno menempatkan sosok ulama dan pemuka agama sebagai orang yang sangat tepat untuk minta saran dan pertimbangan. Salah satunya adalah Habib Alwi bin Muhammad Al-Haddad. Seorang Ulama dan Auliya yang merupakan murid dekat Al Imam Al Quthb Al Habib Abdullah bin Muhsin Al-Attas (Keramat Empang Bogor).

Dalam buku 17 Habaib Berpengaruh di Indonesia karya Abdul Qadir Umar Mauladdawilah dikisahkan, suatu ketika Presiden Soekarno meminta ajudannya untuk mengundangs sang habib ke Istana. Untuk menghormati undangan itu, apalagi telah mengutus ajudan, Habib Alwi menyanggupinya. Sesampainya di Istana, kepada Habib Alwi Bung Karno berkeluh kesah dan menceritakan berbagai masalah berat yang sedang menimpanya. Bung Karno memohon kepada Habib Alwi agar mendoakan semua masalah itu bisa selesai. Dan dalam perkembangannya, Bung karno merasakan bahwa masalah yang ia hadapi itu selesai. Bung Karno merasa bahwa itu salah satunya berkat doa dari sang habib.

Bung Karn pun kemudian mengutus ajudannya lagi untuk menyampaikan ke Habib Alwi rasa terimakasihnya itu. Utusan itu juga menanyakan kepada sang habib sesuatu yang Habib inginkan dan akan Bung Karno penuhi. Atas pesan itu, Habib Alwi menjawab:

“Tolong Presiden jangan memanggil lagi saya ke istana. Jika ada perlu lagi, utus saja ajudan Presiden ke rumah saya agar tidak mengganggu waktu ibadah saya,”

Mendengar laporan atas jawaban sang habib, Presiden Soekarno merasa takjub dan semakin menaruh hormat kepada Habib Alwi. (RS)