Bung Karno didampingi Presiden Kennedy menaiki helikopter kepresidenan Amerika ke Pangkalan Angkatan Udara Andrews dari Gedung Putih, Washington, D.C, 25 April 1961. Sumber: JFK Library.

Bung Karno dan John F Kennedy: Tampan dan Flamboyan. Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno atau akrab dengan sapaan Bung Karno punya hubungan hangat dengan Presiden Amerika Serikat John F Kennedy. Bahkan, Kennedy adalah satu-satunya presiden Amerika Serikat yang berkesan di hati Bung Karno.

Kedua pemimpin itu secara personal, memiliki kemiripan, yakni sama-sama tampan dan flamboyan. Meski dari sisi usia terpaut jauh, namun Bung Karno menaruh respek dan takzim terhadap Kennedy yang resmi menjabat sebagai presiden termuda AS pada 1961.

Bung Karno menyampaikan kesan terhadap presiden AS ke-35 dalam otobiografinya, Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia karya Cindy Adams.

Bung Karno menyebut selain memiliki kesamaan dengan, Bung Karno menilai Kennedy sebagai negarawan yang selalu menjalankan pendekatan diplomasi secara manusiawi, yang hangat dan ramah.

“Kennedy sangat hangat dan ramah. Dia membawaku ke lantai dua, ke kamar tidur pribadinya dan disanalah kami berbincang-bincang,” kenang Sukarno sewaktu mengunjungi Kennedy di Washington, bulan April 1961.

Pada hari terakhir kunjungan, Bung Karno dan Kennedy berkeliling Washington dengan menaiki helikopter milik Angkatan Darat AS. Bahkan, Kennedy menggandeng Bung Karno menuju helikopter selayaknya orangtua sendiri.

“Ia menggandengku dan kami menikmati pesiar singkat diatas pesawat helikopternya,” kata Bung Karno kepada Cindy Adams.

“Aku merasa begitu bahagia bahwa Presiden Amerika Serikat dan Presiden Republik Indonesia terbang berkeliling bersama-sama.” ungkap Soekarno.

Hadiah Helikopter

Di tengah pesiar, Kennedy menawarkan, apakah Bung Karno ingin mempunyai capung besi itu. Dan Bung Karno dengan senang hati menerimanya.

Memasuki tahun 1962, konflik Irian Barat antara Indonesia dan Belanda semakin memanas. Ketika itulah, helikopter pemberian Kennedy jenis Sikorsky S-61 tiba di Indonesia.

Dalam surat-menyurat kepada Kennedy yang tersimpan dalam perpustakaan kepresidenan JFK Library, Bung Karno menyampaikan terimakasih atas hadiah helikopter.

“(Helikopter) itu telah terbukti sangat membantu saya terutama dalam perjalanan menginspeksi daerah-daerah pedesaan,” demikian tulis Bung Karno dalam suratnya di bulan Februari 1962.

Dalam pokok surat itu, Bung Karno menjelaskan posisi Indonesia tak akan mundur dalam tuntutannya terhadap wilayah Irian Barat. Namun demikian, jalan perundingan terhadap Belanda maupun mediasi pihak ketiga masih tetap terbuka.

Di dalam sisipan terakhir surat itu menyatakan, pemerintah Indonesia batan mengekskusi dan akan melepaskan Allan Pope, pilot kebangsaan AS, yang membantu pemberontakan Permesta.

“Kini pesawat itu masih ada padaku. Dan sampai sekarang gambar Kennedy beserta keluarganya masih ada di rumahku,” kata Bung Karno kepada Cindy Adams pada tahun 1965, saat mewawancarainya untuk pembuatan buku otobiografi.

Saat ini, kendaraan udara itu tersimpan di Museum Transportasi Angkut Batu, Malang.

Demikianlah, kisah persahabatan Bung Karno dan John F Kennedy, dua pemimpin yang sama-sama tampan dan flamboyan. (RS)